JAMBERITA.COM - Jajaran Polres Empat Lawang masih mendalami bentrok berdarah yang terjadi antara masing-masing paslon pendukung Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (12/6) malam.
Terlebih dalam bentrokan tersebut diketahui seorang pendukung tewas dan tiga lainnya mengalami luka tembak.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan menerangkan, belum mengetahui persis kronologi kejadian tersebut. Namun, pihaknya menduga kejadian ini berawal dari saling ejek di antara masing-masing pendukung. Kemudian, kejadian ini diketahui oleh anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Hingga akhirnya paslon nomor urut 1 pun ditegur.
Tidak terima dengan teguran tersebut, membuat oknum pendukung David Haryanto-Eduar Kohar naik pitam dan diduga melakukan penganiayaan terhadap Panwascam. Mendengar kejadian tersebut memancing emosi pendukung paslon lainnya.
Hingga, Selasa (12/6) sore terjadi penghadangan dan akhirnya terjadi bentrok antartimses dua paslon bupati Empat Lawang tersebut. "Satu korban tewas, tiga mengalami luka tembak di tangan dan kaki," katanya seperti yang dikutip dari JawaPos.com, Selasa (12/6) malam.
Saat ini kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah kondusif dan pihaknya telah mengerahkan personel untuk mengamankan di sekitar lokasi kejadian. "Kami masih memburu pelaku penembakan ini," tutupnya.
Seperti diketahui, proses pemilihan Bupati (Pilbup) Empat Lawang antara Paslon Bupati nomor urut 1 yakni David Hardiyanto-Eduar Kohar dengan Paslon Bupati nomor urut 2 yakni Joncik Muhammad-Yulius memanas.
Selasa (12/6) sore timses dua paslon tersebut terlibat bentrok hingga menyebabkan korban jiwa yakni Beni warga Kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang. Ia tewas terkapar akibat tembakan dari salah satu timses paslon dan tiga orang lainnya mengalami luka tembak sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.(afm)
Trafik Penumpang di Bandara Ini Mengalami Peningkatan di Libur Lebaran Ini
Awas...Ini Beberapa Titik Rawan Macet pada Arus Balik Lebaran
Ini Penjelasan Polisi Soal SP3 Kasus Chat Porno Habib Rizieq
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

